Bagi masyarakat Manggarai, simbol-simbol tersebut bukan sekadar perlengkapan ritual. Sarung adat melambangkan kehormatan dan martabat pemimpin, tikar adat menjadi simbol musyawarah dan kebersamaan, ayam jantan putih melambangkan ketulusan serta kesucian niat, sedangkan uang adat menjadi tanda kepercayaan masyarakat kepada pemimpin dalam mengelola kehidupan sosial dan wilayah adat.

Sebelum pengukuhan dilakukan, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan ritual Kepok, tradisi penyambutan khas Manggarai yang menggunakan tuak dan ayam jantan sebagai simbol penghormatan kepada pemimpin adat yang menerima amanah baru.

Dalam sambutannya, Haji Ramang Ishaka menegaskan bahwa pengukuhan Arif merupakan keputusan masyarakat adat Kampung Sernaru yang mendapat pengakuan penuh dari struktur adat Kedaluan Nggorang.

“Mewakili 14 anak kampung di Kedaluan Nggorang, saya sebagai fungsionaris adat mengukuhkan saudara Arif menjadi Tua Golo Sernaru menggantikan almarhum Muhamad Sidik,” kata Haji Ramang.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kekeluargaan sebagai kekuatan utama masyarakat adat.