LABUANBAJOVOICE.COM – Sebanyak 224 calon pramuwisata yang dinyatakan lolos seleksi anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat tahun 2026 dipastikan melanjutkan ke tahapan pendidikan dan pelatihan (Diklat) serta sertifikasi kompetensi.

Tahap lanjutan ini menjadi syarat wajib sebelum resmi dikukuhkan sebagai anggota organisasi profesi pramuwisata tersebut.

Ketua HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menegaskan kewajiban tersebut bagi seluruh peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

“Bagi calon anggota dinyatakan lulus wajib mengikuti tahapan selanjutnya yaitu tahapan pendidikan dan pelatihan (Diklat) serta tahapan sertifikasi kompetensi,” ujar Ketua HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, jadwal pelaksanaan, lokasi kegiatan, serta teknis penyelenggaraan Diklat dan sertifikasi akan segera diumumkan melalui kanal resmi internal organisasi.

“Terkait jadwal pelaksanaan, lokasi, serta hal teknis lainnya akan diinformasikan kembali dalam waktu dekat melalui kanal resmi internal organisasi baik itu facebook maupun group WhatsApp dan surat resmi akan segera diterbitkan.” kata Aloysius.

Dari total 232 peserta yang mengikuti proses seleksi sejak 24 Februari hingga 2 Maret 2026, sebanyak 224 orang dinyatakan lulus, sementara 8 peserta tidak memenuhi persyaratan.

Seleksi mencakup tahapan pendaftaran, verifikasi administrasi, hingga wawancara kompetensi. Proses dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan oleh tim verifikator dan pewawancara yang terdiri dari pengurus DPC HPI, pramuwisata senior, serta tim independen.

“Seleksi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi aspek administratif keanggotaan, tetapi juga memastikan bahwa setiap anggota yang bergabung benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta kesiapan menjadi representasi wajah pariwisata Manggarai Barat sebagai destinasi super premium,” ujar Aloysius.

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia pramuwisata menjadi prioritas utama di tengah pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo dan Manggarai Barat yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan evaluasi aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude), 224 peserta dinilai memenuhi standar kompetensi awal.

“Dari 8 peserta yang tidak lulus, 3 orang tidak mengikuti tahapan wawancara, dan 5 orang tidak memenuhi persyaratan administrasi,” jelas Ketua HPI Manggarai Barat itu.

Dari total peserta yang lulus, terdiri atas 11 perempuan dan 213 laki-laki. Seluruhnya berhak mengikuti tahapan Diklat dan sertifikasi sebagai proses pemantapan kompetensi profesi.

Secara akademik, peserta yang lulus terdiri dari 63 orang sarjana (S1), 11 orang diploma, 102 orang lulusan SMK, dan 48 orang lulusan SMA.

Data ini menunjukkan dominasi lulusan pendidikan vokasi dan menengah kejuruan yang selama ini menjadi basis utama tenaga pramuwisata di daerah destinasi.

Dari sisi kemampuan bahasa asing, mayoritas menguasai Bahasa Inggris–Indonesia. Rinciannya yakni Bahasa Prancis (1 orang), Jepang (3 orang), Mandarin (4 orang), Spanyol (1 orang), Jerman (1 orang), dan Inggris–Indonesia (214 orang).

Keberagaman bahasa ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan wisatawan mancanegara yang terus meningkat ke destinasi super premium Labuan Bajo.

Aloysius menegaskan bahwa pelaksanaan Diklat dan sertifikasi merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan standar kualitas pelayanan pramuwisata.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Manggarai Barat yang berorientasi pada profesionalisme, etika pelayanan, serta pelestarian alam dan budaya lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya proses seleksi ini dengan tertib dan kondusif,” tutup Aloysius.

Dengan memasuki tahap Diklat dan sertifikasi kompetensi, 224 calon pramuwisata ini diharapkan mampu memenuhi standar nasional profesi serta memperkuat citra Manggarai Barat sebagai destinasi super premium yang mengedepankan kualitas layanan.**