LABUANBAJOVOICE.COM – Turnamen PSSI Cup II Kabupaten Manggarai Barat 2026 resmi bergulir di Ora Flobamorata Stadion, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 27 klub ambil bagian dalam turnamen sepak bola yang menjadi salah satu agenda PSSI Manggarai Barat tersebut. Laga pembuka mempertemukan Warloka Pesisir FC dengan Uma Lantar FC.
Pembukaan turnamen dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, pimpinan instansi vertikal, pejabat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, jajaran PSSI Manggarai Barat, panitia, klub peserta, aparat keamanan, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Turnamen dijadwalkan berlangsung setiap hari dengan dua pertandingan. Laga pertama dimulai pukul 14.30 WITA dan pertandingan kedua pukul 16.00 WITA.
Saat membuka turnamen, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng memberikan apresiasi kepada PSSI Manggarai Barat, panitia, seluruh klub, pemain, wasit, ofisial, aparat keamanan hingga pelaku UMKM yang ikut menghidupkan suasana pertandingan.
Menurut Weng, keberadaan UMKM di sekitar arena pertandingan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi turut membuat kegiatan olahraga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Yang punya klub, manajer klubnya, ofisial, para pemain, para wasit yang hadir, serta yang kita cintai para pelaku UMKM yang meramaikan acara ini. Olahraga ini menjadi makin bersemangat kalau ada UMKM-nya. Jadi, sambil berolahraga, ekonomi rakyat kecil ikut merasakan dampak positifnya.” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan PSSI Manggarai Barat di bawah Ketua PSSI Marianus Yono Jehanu yang dinilai konsisten menyelenggarakan kompetisi sepak bola.
Wakil Bupati juga menilai keikutsertaan 27 klub harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar perebutan hadiah.
“Pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 27 klub yang memeriahkan turnamen PSSI Cup ini. Berikan tepuk tangan untuk para tim.” ungkapnya.
Ia berharap para pemain menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya pemain-pemain potensial Manggarai Barat.
“Kami berharap motivasi keikutsertaan 27 klub ini bukan semata-mata karena hadiah Juara 1 sebesar Rp50 juta. Hadiah itu tentu baik, tetapi bukan menjadi motivasi utama. Melalui turnamen ini, kita berharap dapat mengamati dan menemukan bibit-bibit pemain berbakat.” jelas Weng.
Hadiah juara pertama PSSI Cup II 2026 sebesar Rp50 juta. Juara kedua memperoleh Rp30 juta, juara ketiga Rp20 juta, dan juara keempat Rp10 juta.
Sementara itu, pemain terbaik dan top skor masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Weng menekankan pentingnya sportivitas selama turnamen berlangsung. Ia meminta pemain, ofisial, dan terutama penonton tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.
“Tujuan pertandingan memang untuk menang, tetapi menjaga sportivitas jauh lebih penting. Penonton jangan sampai turun atau menyerbu lapangan. Percayakan sepenuhnya kepada wasit, inspektur pertandingan, dan para ofisial.” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM dan seluruh pengunjung agar menjaga kebersihan kawasan stadion.
“Pesan saya, tolong kebersihan dan sampah tetap dijaga.” ucap Weng
Ketua PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, mengatakan PSSI Cup II 2026 merupakan bagian dari agenda kerja PSSI Manggarai Barat yang telah disepakati dalam kongres.
Menurut dia, turnamen tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya karena menggunakan format open turnamen.
“Open turnamen yang sudah kami sepakati pada saat kongres kemarin dan hasil pertemuan dengan teman-teman panitia, bahwa kita melaksanakan PSSI Cup yang kedua ini sebagai open turnamen, bukan lagi kategori umur.” kata Yono.
Meski berstatus open turnamen, regulasi tetap memungkinkan pemain kelahiran 2004–2007 untuk ambil bagian. Ketentuan tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi agenda sepak bola tingkat provinsi.
“Namun dari hasil pertemuan dengan teman-teman tim juga, boleh dimasukkan adik-adik yang berumur dengan tahun kelahiran 2004–2007. Karena regulasi yang ditetapkan oleh PSSI Pusat dan PSSI Provinsi itu kelahiran 2004–2007 untuk persiapan El Tari atau Liga 3 di Flores Timur nanti.” jelasnya.
Yono menegaskan, turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi PSSI Manggarai Barat untuk melihat secara langsung kualitas pemain lokal.
“Ajang PSSI Cup yang kedua ini bertujuan untuk menggali potensi anak muda yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.” ujarnya.
Bahkan, tim scouting PSSI akan melakukan pemantauan terhadap pemain sepanjang turnamen.
“Tim scouting dari ASKAB nanti akan mencatat teman-teman yang bermain selama satu bulan penuh ini guna menyeleksi pemain yang setelah pertandingan ASKAB Cup II ini akan kami bawa ke Flores Timur bulan November.” ungkap Yono.
Ketua Panitia PSSI Cup II 2026 Manggarai Barat, Ahyar Abadi, dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen membutuhkan anggaran sebesar Rp375 juta.
Hingga pembukaan berlangsung, panitia baru mengumpulkan sekitar 35 persen dari total kebutuhan anggaran.
“Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sebanyak 375 juta. Dan sampai pada sore hari ini, panitia sudah mengumpulkan 35%. Pak Wakil (dr.Yulianus Weng), jadi kami masih harus bekerja keras sebanyak 65% lagi untuk mencukupi 100%.” katanya.
Menurut Ahyar, sumber pendanaan berasal dari sejumlah pihak.
“Adapun jumlah dana yang kami kumpulkan bersumber dari: yang pertama, sumbangan Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat; yang kedua, biaya pendaftaran turnamen; yang ketiga, sumbangan baik pemerintah maupun pihak swasta; dan yang keempat, sponsorship.” jelas Ahyar.
Dengan kompetisi yang berlangsung setiap hari, PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan, pencarian talenta, penguatan ekosistem sepak bola lokal, serta penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM.
Turnamen secara resmi dibuka Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng dengan harapan seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.**





Tinggalkan Balasan