LABUANBAJOVOICE.COM — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dua wisatawan asal Austria dalam insiden jatuh dari jembatan gantung di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) itu menewaskan Jurgen (54) dan Astrid (56) setelah keduanya terjatuh ke dasar sungai dengan ketinggian 10 meter dari jembatan gantung berbahan papan kayu saat melintasi kawasan wisata alam tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andy M. T. Marpaung, mengatakan pihaknya turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa kedua wisatawan asing tersebut.
“Dengan penuh rasa duka dan keprihatinan mendalam, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyampaikan belasungkawa atas peristiwa meninggalnya dua wisatawan di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Andy dalam keterangannya yang diterima media, Senin (25/5/2026).
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan kerabat korban atas musibah yang terjadi,” sambungnya.
Ia juga menegaskan menghormati proses penanganan dan penyelidikan yang saat ini dilakukan aparat berwenang bersama unsur terkait di lapangan.
Menurut Andy, tragedi tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata mengenai urgensi keselamatan dalam pengelolaan destinasi wisata alam.
“BPOLBF menghormati proses penanganan dan penyelidikan yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang bersama unsur terkait di lapangan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata akan pentingnya aspek keselamatan, kewaspadaan, serta penerapan standar keamanan dalam setiap aktivitas wisata alam,” katanya.
Ia menilai kawasan wisata alam dengan tingkat risiko tertentu memerlukan pengawasan lebih ketat, termasuk evaluasi berkala terhadap sarana pendukung dan sistem mitigasi keselamatan bagi wisatawan.
Karena itu, BPOLBF mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola destinasi wisata, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pengunjung.
“Dalam hal ini BPOLBF mendukung penguatan koordinasi lintas pihak dalam upaya evaluasi dan peningkatan tata kelola keselamatan destinasi wisata, khususnya pada kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko tertentu, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Andy.
Tragedi di Cunca Wulang kini menjadi perhatian serius berbagai pihak di Manggarai Barat. Selain menyangkut keselamatan wisatawan, insiden tersebut juga dinilai berdampak terhadap citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium yang selama ini dipromosikan di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah kalangan mendorong agar pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata segera melakukan audit keselamatan destinasi wisata, pembenahan infrastruktur, serta penerapan standar keamanan yang lebih ketat di kawasan wisata alam.**






Tinggalkan Balasan