LABUANBAJOVOICE.COM – Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah perairan Kabupaten Manggarai Barat melalui Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026.
Operasi yang melibatkan berbagai instansi penegak hukum dan lembaga pemerintah tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kepatuhan keimigrasian di salah satu kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia.
Kegiatan diawali dengan rapat persiapan dan pengarahan di Aula Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Pelabuhan Marina.
Rapat dipimpin Ketua Tim Operasi Gabungan, Dianta Kita Sinuraya, dan dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Kantor Imigrasi Maumere, Kantor Imigrasi Atambua, serta unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai, Kesbangpol, BAIS TNI, BIN Daerah, dan KSOP.
Dalam arahannya, Dianta menegaskan bahwa pengawasan orang asing di wilayah perairan Manggarai Barat menjadi penting mengingat kawasan tersebut merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara menuju berbagai destinasi unggulan, termasuk kawasan wisata bahari dan kepulauan.
“Operasi gabungan ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi untuk memastikan seluruh aktivitas warga negara asing di wilayah perairan Manggarai Barat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Dianta.
“Pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban keimigrasian di kawasan pariwisata strategis nasional,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan wisatawan asing.
“Petugas harus tetap mengedepankan sikap santun, etika yang baik, dan komunikasi yang profesional. Pengawasan yang dilakukan bukan hanya menjaga kedaulatan dan ketertiban, tetapi juga memastikan citra positif pariwisata Manggarai Barat tetap terjaga di mata dunia,” ujarnya.
Dianta juga mengatakan pengawasan terhadap aktivitas orang asing di kawasan wisata unggulan harus dilakukan secara konsisten seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo.
“Labuan Bajo merupakan destinasi internasional yang terus berkembang. Karena itu, pengawasan keimigrasian harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Kami ingin memastikan seluruh warga negara asing yang beraktivitas di wilayah ini mematuhi aturan yang berlaku, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan yang efektif bukan hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi.
“Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan pengawasan. Kehadiran negara harus dirasakan melalui pelayanan yang profesional, ramah, dan tetap tegas terhadap aturan,” katanya.
Operasi gabungan dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dengan patroli dan pengawasan di sejumlah titik perairan sekitar Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Sekitar pukul 09.00 WITA, tim melakukan pemeriksaan terhadap Kapal Phinisi Kanthaka berbendera Indonesia yang tengah menaikkan penumpang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh penumpang kapal merupakan warga negara asing, sementara kapten kapal dan seluruh anak buah kapal (ABK) merupakan warga negara Indonesia.
Tim kemudian melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian para wisatawan asing yang berada di atas kapal tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh WNA diketahui memiliki paspor dan visa yang sah serta masih berlaku sesuai ketentuan keimigrasian Indonesia.
Pemeriksaan serupa juga dilakukan di sejumlah titik pengawasan lainnya di wilayah perairan Manggarai Barat yang menjadi jalur aktivitas wisata bahari.
Setelah seluruh rangkaian patroli dan pemeriksaan selesai, tim kembali ke Pelabuhan Marina untuk melakukan evaluasi pelaksanaan operasi. Kegiatan berakhir pada pukul 15.00 WITA dalam keadaan aman dan tertib.
Dari hasil operasi tersebut, tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian maupun aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh warga negara asing.
Keberhasilan operasi ini dinilai menjadi indikator positif bahwa pengawasan terhadap wisatawan mancanegara di kawasan Labuan Bajo berjalan efektif melalui kolaborasi lintas sektor.
TIMPORA Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi guna menciptakan sistem pengawasan keimigrasian yang efektif sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.**





Tinggalkan Balasan