Keberhasilan menemukan MU bermula dari laporan orang hilang yang diterima Polres Sikka. Informasi tersebut segera diteruskan kepada Polres Manggarai Barat karena korban diduga bergerak menuju Labuan Bajo.
Kapolres Manggarai Barat langsung memerintahkan Kasat Reskrim bersama Tim URC Resmob Komodo memperketat pengawasan di seluruh pintu keluar, terutama kawasan pelabuhan yang menjadi akses utama penyeberangan menuju luar Nusa Tenggara Timur.
“Sinergitas antarkewilayahan adalah kunci utama keberhasilan tugas kepolisian. Begitu kami menerima koordinasi resmi dari rekan-rekan Polres Sikka mengenai adanya laporan anak hilang yang terdeteksi mengarah ke Labuan Bajo, saya langsung menginstruksikan Kasat Reskrim dan Tim URC Resmob Komodo untuk memperketat pengawasan di titik-titik pintu keluar, khususnya pelabuhan penyeberangan,” ujar AKBP Christian.
Menurutnya, percepatan pencarian dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindak pidana lain, termasuk perdagangan orang maupun eksploitasi terhadap anak.





Tinggalkan Balasan