LABUANBAJOVOICE.COM – Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat mengecam keras insiden kekerasan terhadap wasit utama Fred dalam pertandingan Black Crown kontra Komodo United yang berlangsung di Labuan Bajo, Jumat (4/9/2026).
Sikap tersebut disampaikan Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat dalam konferensi pers pada Sabtu (5/9/2026), sebagai bentuk keterbukaan sekaligus pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi setelah pertandingan.
Konferensi pers tersebut dihadiri Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu, Ketua Umum Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat Ahyar Abadi, Ketua Harian Panitia PSSI Rofinus Edison Risal, serta jajaran pengurus dan kepanitiaan.
Dalam keterangannya, Risal atas nama kepanitiaan menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, organisasi perwasitan, peserta, penonton, masyarakat, dan seluruh publik sepak bola.
Ia menilai tindakan kekerasan tersebut telah mencederai nilai sportivitas dan fair play dalam kompetisi.
“Bagi kami, apa pun hasil pertandingan dan apa pun keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan, tindakan kekerasan bukanlah bagian dari sportivitas sepak bola dan tidak dapat dibenarkan,” demikian Risal menyampaikan dalam konferensi pers.





Tinggalkan Balasan