Ia menjelaskan, laga Black Crown kontra Komodo United merupakan pertandingan tambahan waktu 2 x 15 menit. Pertandingan sebelumnya ditunda karena waktu pertandingan sudah malam.

Pada awal laga tambahan waktu, pertandingan disebut berlangsung normal. Situasi kemudian berubah setelah Black Crown mencetak gol sekitar menit ke-97.

Gol tersebut membuat tensi pertandingan meningkat. Pertandingan berlanjut hingga sekitar menit ke-110 sebelum wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Tidak lama berselang, sekitar menit ke-111, pelatih Komodo United masuk ke lapangan.

Awalnya, kata Risal, panitia menduga pelatih tersebut hendak menemui wasit dan bersalaman sebagaimana lazim dilakukan setelah pertandingan.

Namun, menurut Risal, situasi kemudian berubah ketika pelatih tersebut melakukan tindakan pemukulan terhadap wasit utama Kaka Fred.

“Panitia sangat menyesalkan bahwa kejadian tersebut terjadi dalam rangkaian pelaksanaan PSSI Cup,” ujarnya.

Sesaat setelah kejadian, panitia bersama personel keamanan dari Polri mengambil langkah pengamanan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh.