Aparat gabungan juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mematuhi kebijakan penutupan sementara demi keselamatan bersama.

Pemerintah bersama pengelola destinasi diharapkan segera melakukan rehabilitasi fasilitas, terutama perbaikan tangga kayu dan jalur akses wisata, sehingga Danau Sano Limbung dapat kembali dibuka dengan standar keamanan yang lebih baik.

Penutupan sementara ini juga menjadi pengingat penting bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, tetapi juga pada kesiapan fasilitas penunjang dan mitigasi risiko bagi wisatawan.

“Penutupan sementara ini diharapkan menjadi momentum bagi pengelola dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berbenah dan meningkatkan standar keselamatan destinasi wisata di wilayah Boleng,” pungkas AKP Eka.

Danau Sano Limbung dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Manggarai Barat.

Kawasan ini menawarkan panorama danau vulkanik alami dengan bentang perbukitan hijau yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.**