Menurut Eka, keputusan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan destinasi wisata di Manggarai Barat, terutama setelah insiden yang pernah terjadi di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang.

“Belajar dari evaluasi peristiwa di Cunca Wulang, tindakan preventif seperti ini wajib kita lakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan seluruh destinasi wisata alam di Manggarai Barat. Keindahan alam, kata dia, harus diimbangi dengan infrastruktur yang layak dan aman.

“Sano Limbung adalah aset wisata lokal yang indah, namun aspek keselamatan harus tetap menjadi panglima. Penutupan ini bersifat sementara sembari menunggu pihak pengelola melakukan perbaikan fasilitas secara menyeluruh agar layak dan aman digunakan kembali,” tegas mantan Kasi Humas Polres Manggarai Barat itu.

Pantauan petugas di lokasi menunjukkan akses masuk menuju area wisata telah dipasangi tali pembatas untuk mencegah pengunjung memasuki jalur yang dinilai berbahaya.