LABUANBAJOVOICE.COM — Solidaritas insan BPJS Ketenagakerjaan mengalir kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Melalui gerakan gotong royong, sejumlah unsur internal BPJS Ketenagakerjaan menghimpun donasi dan menyalurkannya dalam bentuk bantuan bahan pokok.

Donasi tersebut dikumpulkan oleh Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan, Yayasan Al Maghfirah BPJS Ketenagakerjaan, dan Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

Dari aksi solidaritas tersebut terkumpul donasi sebesar Rp207 juta. Bantuan kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui BNPB Nasional Labuan Bajo dan BPBD di tujuh kabupaten di NTT.

Wilayah penerima bantuan meliputi Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Ende.

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari respons kemanusiaan BPJS Ketenagakerjaan terhadap masyarakat yang masih membutuhkan dukungan selama masa pemulihan pascagempa.

Secara simbolis, bantuan diserahkan di Kabupaten Nagekeo kepada Bupati Simplisius Donatus. Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, bantuan diserahkan di Labuan Bajo dan diterima oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng.

Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto mengatakan, kepedulian tersebut lahir dari rasa kemanusiaan ketika melihat masyarakat NTT menghadapi dampak bencana.

“Ketika saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, kami merasa terpanggil untuk ikut hadir dan memberikan dukungan. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan gotong royong seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan.” ujar Harjono, Sabtu (29/8/2026).

Ia berharap, bantuan yang disalurkan nilainya tidak bisa menggantikan dampak yang dirasakan oleh masyarakat, namun bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap, meskipun nilainya tidak dapat menggantikan seluruh dampak yang dirasakan, bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat dalam masa pemulihan,” kata Harjono.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kepedulian sosial merupakan bagian dari semangat untuk hadir di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga bagaimana membangun solidaritas ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

Harjono menjelaskan, semangat melayani, melindungi, dan memberdayakan pekerja menjadi landasan dalam menjalankan peran tersebut.

Semangat melayani diwujudkan melalui kehadiran dan respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara perlindungan tidak hanya berkaitan dengan jaminan sosial, tetapi juga dukungan untuk memberikan rasa aman kepada pekerja dan keluarganya.

Di sisi lain, semangat memberdayakan diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah bencana.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengapresiasi kepedulian yang diberikan insan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, bantuan tersebut hadir ketika masyarakat tidak hanya membutuhkan dukungan materi, tetapi juga dukungan moril.

“Kami berterima kasih karena ditengah musibah ini, BPJS Ketenagakerjaan turut membantu, kami hanya bisa mendoakan apa yang baik yang telah dilakukan oleh bapak ibu BPJS Ketenagakerjaan dapat dibalas dengan berkat dari Allah SWT karena saat ini dukungan moril juga sangat kami butuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyampaikan apresiasi pemerintah daerah dan masyarakat atas bantuan tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan seluruh masyarakat Manggarai Barat mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak disini. Bantuan ini sangat membantu kami disini,” ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi pesan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan kebersamaan banyak pihak.

BPJS Ketenagakerjaan menilai gotong royong dan kepedulian menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi bencana.

Kehadiran insan BPJS Ketenagakerjaan di NTT menjadi bagian dari upaya untuk saling menguatkan serta membantu masyarakat melewati masa sulit menuju proses pemulihan.**