Menurut Andhy, pemandu tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, hingga mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat.

“Pemandu wisata merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan. Karena itu, kompetensi tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Hal ini dapat didukung oleh tenaga yang kompeten dan tersertifikasi,” ujar Andhy.

Penguatan kompetensi tersebut menjadi semakin penting karena pemandu berada di garis depan ketika wisatawan melakukan aktivitas snorkeling.

Kemampuan mengenali kondisi lapangan dan potensi risiko dapat menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan selama aktivitas wisata berlangsung.

Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo didukung tenaga profesional yang memenuhi standar kompetensi.