LABUANBAJOVOICE.COM – BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Bantuan tersebut telah tiba di Kantor UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Kelas II Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (23/8/2026). Bantuan selanjutnya akan diserahkan melalui BNPB Nasional untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Proses pembongkaran atau unloading bantuan dilakukan sebelum seluruh barang diserahkan kepada pihak yang menangani distribusi bantuan bencana.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Labuan Bajo, Arief Wahyudhi, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari BPJS Ketenagakerjaan Pusat melalui Serikat Pekerja Nasional serta karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini kami dari BPJS Ketenagakerjaan Pusat melalui Serikat Pekerja Nasional dan juga dari karyawan-karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Kami menggalang dana untuk memberikan bantuan kepada korban gempa Flores yang akan kami serahkan melalui BNPB Nasional yang berada di UPBU Kelas II Bandara Komodo.” ujar Arief.

Menurut Arief, bantuan yang dihimpun tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat dalam situasi tanggap darurat, seperti obat-obatan, terpal, tikar, makanan siap saji, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Barang-barang berupa beras 1 ton, mi instan, obat-obatan, terpal, tikar, kemudian makanan siap saji, yang nanti kami harapkan ini dapat membantu untuk korban-korban bencana dan kami harapkan juga penyalurannya dapat segera. Ya, kita doa bersama agar musibah ini dapat cepat selesai dan keluarga yang menjadi korban dapat dikuatkan.” tuturnya.

Berdasarkan rincian bantuan yang dibawa, total logistik yang disalurkan BPJS Ketenagakerjaan terdiri atas beras sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton, telur sebanyak 60 rak, mi instan sebanyak 50 dus.

Kemudian, sarden kaleng sebanyak 200 kaleng, susu formula sebanyak 21 dus, minyak goreng sebanyak 120 liter, tikar sebanyak 15 buah, terpal ukuran 6 x 7 meter sebanyak 10 buah, dan selimut sebanyak 25 buah.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya solidaritas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana, terutama mereka yang masih membutuhkan dukungan logistik setelah gempa.

Arief menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan memilih mekanisme penyaluran melalui BNPB Nasional agar bantuan dapat diarahkan ke titik-titik yang membutuhkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Melalui BNPB, informasinya saat ini masih menunggu ke KRI ya. Cuma kalau untuk melalui BNPB Nasional, infonya akan dikirimkan ke beberapa titik yang lebih terdampak. Jadi memang di beberapa wilayah yang mengalami dampak, nanti dari BNPB yang akan mengarahkan. Kalau kapannya kami belum tahu sih.” jelasnya.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan bantuan tersebut tidak disalurkan secara langsung ke satu lokasi tertentu. Setelah diserahkan melalui BNPB Nasional, distribusi selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan masing-masing posko dan wilayah terdampak.

“Iya. Jadi kita serahkan satu pintu melalui BNPB Nasional, dan nanti dari BNPB yang akan menyerahkan ke posko-posko sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.” ujar Arief.

Mengenai waktu distribusi, Arief mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal dari BNPB. Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan belum dapat memastikan kapan seluruh bantuan mulai bergerak menuju titik-titik terdampak.

“Kalau pendistribusian, infonya kami menyesuaikan dengan jadwal BNPB. Kapan waktu pastinya, yang jelas mungkin mereka akan menyesuaikan dengan barang-barang yang tiba sesuai urutan dan mungkin sesuai kebutuhan.” tegasnya.

Di tengah situasi pascagempa, Arief juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan bencana, mulai dari BNPB, relawan hingga berbagai unsur yang bekerja menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh petugas dan relawan diberikan kesehatan serta kekuatan selama menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ya, pesan kami agar teman-teman BNPB, seluruh relawan, dapat bekerja dengan maksimal, dapat diberi kesehatan, kekuatan untuk menyalurkan semua bantuan ini. Kita saling bahu-membahu sebagai manusia untuk dapat membantu, dan harapan kami musibah ini dapat segera selesai dan keluarga-keluarga korban dapat diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini.” kata Arief.

Penyaluran bantuan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga koordinasi agar bantuan yang masuk benar-benar sampai kepada masyarakat sesuai kebutuhan.**