LABUANBAJOVOCE.COM – Pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) Makassar–Labuan Bajo oleh Wings Air mulai 19 Juli 2026 tidak hanya memperkuat akses menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, tetapi juga menjadi jembatan konektivitas baru bagi wilayah Indonesia Timur.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo, Ceppy Triono, mengatakan rute baru tersebut dirancang untuk menghubungkan lebih banyak penumpang dari Sulawesi, Maluku, hingga Papua menuju Labuan Bajo melalui jaringan penerbangan Lion Group di Makassar.

Menurutnya, kehadiran penerbangan langsung ini akan memangkas waktu perjalanan sekaligus memperluas pilihan rute bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

“Ya, betul sekali. Rute ini bertindak sebagai jembatan udara strategis. Melalui jaringan Lion Group di Makassar, penumpang dari Sulawesi, Maluku, dan Papua kini bisa terhubung ke Labuan Bajo hanya dengan satu kali transit,” kata Ceppy Triono kepada media, Senin, 13 Juli 2026.

“Sebaliknya, dari Labuan Bajo, konektivitas juga terhubung langsung untuk melanjutkan penerbangan ke destinasi lanjutan seperti Bajawa, Ende, Kupang, Maumere, hingga Lombok,” tambahnya.

Ceppy juga menjelaskan, alasan utama dibukanya rute Makassar–Labuan Bajo adalah meningkatkan aksesibilitas menuju salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tanpa harus melalui perjalanan yang lebih panjang.

Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat distribusi penerbangan di kawasan Indonesia Timur sehingga mampu menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan domestik.

“Alasan utamanya adalah untuk mempermudah aksesibilitas wisatawan dan pebisnis menuju destinasi super prioritas Labuan Bajo agar menjadi lebih cepat dan praktis tanpa transit,” ujar Ceppy.

“Potensi pasarnya sangat besar, mengingat Makassar merupakan hub penerbangan utama di Indonesia Timur yang menghubungkan arus penumpang dari berbagai wilayah di Sulawesi, Maluku, hingga Papua,” lanjutnya.

Dengan semakin mudahnya akses menuju Labuan Bajo, peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari kawasan timur Indonesia dinilai semakin terbuka.

Ceppy juga mengungkapkan UPBU Kelas II Komodo meyakini pembukaan rute baru tersebut akan memberikan dampak luas terhadap sektor pariwisata maupun perekonomian masyarakat Manggarai Barat.

Peningkatan konektivitas diyakini mampu mempercepat arus kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan seperti Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach yang selama ini menjadi magnet utama pariwisata nasional.

“Dampaknya sangat positif. Ke depannya rute ini dapat mengakselerasi kunjungan wisatawan ke destinasi dunia seperti Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, hingga Pink Beach. Peningkatan konektivitas ini juga otomatis akan meningkatkan sektor perhotelan, UMKM, ekonomi kreatif, serta industri pariwisata lokal di Labuan Bajo secara berkelanjutan,” tutur Ceppy.

Menurutnya, manfaat pembukaan rute baru tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

UPBU Kelas II Komodo memastikan Wings Air menjadi maskapai pertama yang merealisasikan pembukaan rute langsung Makassar–Labuan Bajo.

“Benar ada. Mulai tanggal 19 Juli 2026, maskapai Wings Air akan secara resmi membuka rute penerbangan langsung (direct flight) yang menghubungkan Makassar (UPG) menuju Labuan Bajo (LBJ) secara pulang-pergi (PP),” ujar Ceppy.

Ia menambahkan, hingga saat ini Wings Air dari Lion Group menjadi maskapai yang telah resmi membuka layanan tersebut.

“Untuk saat ini, maskapai dari Lion Group, yakni Wings Air, yang secara resmi merealisasikan dan membuka rute penerbangan langsung ini untuk melayani pengguna jasa moda transportasi udara,” katanya.

Rute baru itu akan beroperasi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Jadwal penerbangan meliputi:

  • IW 1910 Makassar–Labuan Bajo: berangkat pukul 10.55 WITA, tiba pukul 12.25 WITA.
  • IW 1911 Labuan Bajo–Makassar: berangkat pukul 12.50 WITA, tiba pukul 14.30 WITA.

Penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026.

Dengan bertambahnya rute langsung dari Makassar, Bandara Internasional Komodo diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai gerbang utama pariwisata Flores sekaligus simpul konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur.**