LABUANBAJOVOICE.COM — Mengenakan seragam loreng khas Komponen Cadangan (Komcad), Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin—akrab disapa Beni—menuntaskan rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) atau Retret Ketua DPRD se-Indonesia di kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia selama lima hari itu dinilai tidak sekadar rutinitas kedinasan.
Retret tersebut menjadi “sekolah lapangan” yang menguji ketahanan fisik, mental, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan para pimpinan legislatif daerah.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga sekaligus menjadi pengingat bagi kami semua,” kata Beni kepada media di Labuan Bajo, Rabu (15/4/2026).
Menurut politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan II itu, suasana pendidikan di lingkungan Akmil—yang dikenal sebagai kawah candradimuka para perwira TNI AD—memberikan pengalaman langsung tentang kedisiplinan dan pengabdian.
“Menjalani hari-hari di lingkungan Akmil, sebuah kawah candradimuka para perwira TNI AD, mengajarkan kami tentang arti kedisiplinan, ketegasan, dan yang terpenting adalah semangat pengabdian tanpa batas untuk bangsa dan negara,” ungkap Benediktus seusai sesi internalisasi konsensus kebangsaan.
Ia menuturkan, interaksi intensif antar pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia turut membangun soliditas dan kebersamaan. Para peserta tidak hanya mengikuti materi di ruang kelas, tetapi juga menjalani aktivitas lapangan secara kolektif.
“Kami tidak hanya duduk mendengar materi, tetapi kami bergerak bersama, hidup di tenda yang sama, merasakan dinginnya Magelang, hingga berjalan kaki dari gerbang Sapta Marga,” kata Beni.
“Ini adalah metafora bahwa pemimpin harus turun langsung melihat realitas, bukan hanya membaca laporan,” politisi muda itu.
Materi yang disampaikan oleh Tito Karnavian, jajaran Lemhannas, hingga Ketua KPK Setyo Budiyanto dinilai relevan dengan tantangan legislatif saat ini, terutama dalam menyelaraskan program pusat dan daerah.
“Arahan terkait sinkronisasi program prioritas nasional dan Asta Cita sangat penting. Selama ini ada kecenderungan ego sektoral antara pusat dan daerah,” ujarnya.
“Melalui retret ini, kami diingatkan bahwa DPRD adalah garda terdepan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengawasan anggaran dan legislasi yang tepat sasaran,” imbuhnya.
Beni menegaskan komitmennya untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama retret ke daerah.
“Saya akan membawa pulang semangat Sapta Marga dan komitmen kebangsaan ini ke Manggarai Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia jelaskan, kita akan pastikan setiap kebijakan di dewan selaras dengan upaya memperkokoh persatuan dan mensejahterakan masyarakat NTT.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya Lemhannas dan Akmil yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa,” pungkasnya.**






Tinggalkan Balasan