Menurutnya, kawasan pelabuhan di Labuan Bajo menjadi salah satu jalur strategis yang harus diawasi karena menjadi pintu penyeberangan antarpulau maupun antarprovinsi.

“Kami tidak ingin kecolongan. Anggota di lapangan langsung melakukan penyisiran intensif selama berjam-jam di area Waterfront dan loket tiket Pelni. Puji Tuhan, berkat kejelian personel di lapangan, anak tersebut berhasil kami temukan dalam keadaan sehat sebelum sempat naik ke atas kapal,” tambahnya.

Kapolres menegaskan, penanganan cepat terhadap laporan anak hilang merupakan langkah penting untuk mencegah berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan korban, termasuk potensi menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), eksploitasi anak, maupun tindak kejahatan lainnya.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap sisi kemanusiaan yang menjadi latar belakang kepergian MU. Polisi menemukan bahwa remaja tersebut nekat melakukan perjalanan seorang diri karena ingin bertemu ibu kandungnya yang menetap di Toraja, Sulawesi Selatan.