LABUANBAJOVOICE.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) turun langsung menemui warga terdampak gempa melalui kegiatan PSI Peduli, Kamis (20/8/2026).
Dipimpin Ketua DPD PSI Kabupaten Manggarai Barat, Charles Angliwarman, pengurus PSI Mabar mendatangi sejumlah anggota dan warga yang terdampak untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan serta mendengarkan keluhan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, PSI Mabar menemukan masih ada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan memilih tidur di luar rumah karena khawatir terhadap gempa susulan.
Charles mengatakan, perhatian terhadap korban gempa tidak boleh hanya terpusat di titik-titik utama bencana.
Menurut dia, wilayah Manggarai Barat juga perlu mendapat perhatian karena sejumlah masyarakat ikut merasakan dampak gempa.
“Hari ini kami melihat ternyata di Manggarai Barat ini perlu kami turun langsung, apalagi semua bantuan fokus ke titik gempa, di Kabupaten Manggarai, Reo dan Manggarai Timur, dan melewati jalur Labuan Bajo ke Manggarai, melewati Kecamatan Lembor.” ujar Charles.
Ia mengatakan, pihaknya juga menemukan sejumlah pengurus PSI Mabar yang terdampak langsung. Beberapa rumah mengalami kerusakan sehingga penghuni memilih berada di luar rumah demi menghindari risiko apabila gempa kembali terjadi.
“Kami juga melihat banyak anggota pengurus kami yang terdampak, rumah mereka rusak, dan kebanyakan yang tidur di luar rumah.” kata Ketua PSI Mabar.
Melalui kegiatan PSI Peduli, tim DPD PSI Manggarai Barat membawa bantuan sesuai kemampuan organisasi dan menyerahkannya secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi PSI Mabar, bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penyaluran kebutuhan dasar. Kehadiran langsung di tengah warga juga menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi korban secara lebih dekat, termasuk persoalan yang mereka hadapi setelah gempa.
“Jadi tim DPD PSI Mabar turun memberikan bantuan ala kadarnya, langsung mendengar keluhan serta melihat beberapa bangunan rusak parah akibat gempa yang berkepanjangan.” ungkap Charles.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik. Ketakutan terhadap gempa susulan juga membuat sebagian warga belum merasa aman untuk kembali beraktivitas maupun beristirahat di dalam rumah.
PSI Mabar menilai pendataan dan pemantauan terhadap warga terdampak perlu terus dilakukan, terutama di wilayah yang berada di jalur pergerakan masyarakat dari Labuan Bajo menuju wilayah Manggarai dan daerah lainnya.
Selain menyerahkan bantuan, rombongan PSI Mabar juga menggelar doa bersama dengan warga. Doa tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan spiritual di tengah situasi bencana yang telah membuat masyarakat cemas.
Charles mengatakan, pihaknya bersama warga berdoa dan memohon kepada Tuhan agar rangkaian gempa segera berakhir.
“Dan kemudian, kami berdoa bersama, dan dengan iman minta Tuhan hentikan gempa, sebab sudah terlalu lama, sebab semua kuasa ini ada di tangan Tuhan.” katanya.
Ia juga mengutip ajaran dalam Injil mengenai kekuatan doa bersama.
“Jikalau kita berdoa bersama, kami yakin ini luar biasa. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” ujarnya.
Bagi warga terdampak, doa bersama menjadi ruang untuk saling menguatkan di tengah ketidakpastian. Ketika aktivitas sehari-hari terganggu dan rasa aman di rumah berkurang, dukungan sosial dan kehadiran berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
PSI Mabar menyatakan kegiatan PSI Peduli tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Pengurus berencana mendatangi kecamatan lain yang juga terdampak untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung.
“Kami juga berencana akan keliling ke kecamatan lainnya yang terdampak.” ungkap politisi muda itu.**





Tinggalkan Balasan