“Tidak seberapa nilai yang kami bawa, tapi kami tahu rasanya kehilangan. Kami datang untuk menghibur dan sedikit meringankan duka di hati. Mari kita sama-sama mendoakan agar badai ini segera berlalu,” ungkapnya, Minggu (30/8/2026).
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop-UKM) Kabupaten Manggarai Barat itu, kepedulian terhadap korban bencana tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar.
“Yang terpenting adalah ketulusan untuk hadir dan berbagi. Mungkin bantuan yang kami bawa sederhana, tetapi kami berharap kehadiran kami bisa memberikan semangat kepada warga agar tidak merasa menghadapi masa sulit ini sendirian,” ujarnya.
Ia mengatakan, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam aksi kemanusiaan juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mengambil bagian dalam situasi seperti ini. Kita hadir, mendengar, memberikan dukungan dan berbagi apa yang kita mampu,” katanya.





Tinggalkan Balasan