Besarnya beban belanja pegawai membuat pemerintah daerah menerapkan berbagai langkah penghematan agar APBD tetap sehat.

Wakil Bupati itu mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta melakukan efisiensi dalam penggunaan listrik, air, alat tulis kantor, perjalanan dinas hingga pelaksanaan rapat.

“Kita minta OPD lebih selektif. Rapat tidak lagi di hotel kalau bisa memakai fasilitas pemerintah. Perjalanan dinas hanya untuk kegiatan yang benar-benar penting,” katanya.

Selain itu, beberapa bantuan dan paket kegiatan pembangunan yang belum mendesak kemungkinan ditunda.

“Ada satu dua paket kegiatan yang mungkin ditunda dulu berdasarkan skala prioritas. Tetapi kita berusaha agar dampaknya merata dan tetap adil bagi seluruh wilayah,” ujarnya.

Weng menegaskan keseimbangan antara pelayanan publik dan pembangunan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meskipun ruang fiskal semakin terbatas akibat meningkatnya belanja pegawai.

“Kita berusaha supaya tidak ada sektor yang dikorbankan sepenuhnya. Semua tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.**