Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Pemulihan Pariwisata Flores dan Isu Kepariwisataan Labuan Bajo bersama Menteri Pariwisata RI pada 28 Agustus 2026.

Salah satu rekomendasi dalam rapat tersebut adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pelaku pariwisata melalui pelatihan serta sertifikasi bagi pemandu dan operator pariwisata, khususnya dalam aspek pelayanan, keselamatan dan mitigasi bencana.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini M. Paham, menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian mendasar dalam membangun kualitas pariwisata.

”Keamanan adalah fondasi dari kualitas pariwisata. Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang aman. Tanpa rasa aman, tidak akan ada kepercayaan wisatawan. Semua itu tergantung dari pengalaman wisatawan, dan yang membuat mereka kembali lagi adalah kepercayaan dan rasa aman yang dihadirkan oleh teman-teman semua,” ujar Martini saat membuka kegiatan pelatihan, Selasa ( 22/9/2026) di Kantor BPOLBF.

Menurut Martini, kompetensi menjadi kebutuhan bagi pelaku pariwisata yang berhadapan langsung dengan wisatawan, terutama pada aktivitas yang memiliki risiko keselamatan.