“Jaga kebersamaan, karena itu salah satu modal untuk memajukan lembaga pendidikan,” kata Muhamad Arun.

Menurut dia, kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur di dalam maupun di sekitar lembaga pendidikan.

Karena itu, kepala sekolah diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan para guru, tenaga kependidikan, persyarikatan Muhammadiyah, orang tua peserta didik, serta masyarakat sekitar.

Arun juga mengingatkan agar pengelolaan amal usaha Muhammadiyah, termasuk lembaga pendidikan, tidak terjebak pada persoalan yang dapat menghambat kemajuan organisasi.

Ia menyampaikan pesan yang disebutnya sebagai “3K”, yakni menghindari konflik, korupsi, dan sikap kolot atau tidak mengikuti perkembangan terbaru.

“Kalau mau amal usaha ini maju, jauhi 3K. Yang pertama hindari konflik, hindari korupsi, jauhi kolot (tidak ikut perkembangan terbaru). Pesan dari Prof. Abdul Mukti,” ujar Arun.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar kepemimpinan baru tidak hanya berorientasi pada rutinitas administrasi, tetapi juga mampu membawa sekolah beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan pendidikan.