Dengan pendekatan tersebut, terdapat tiga unsur yang saling melengkapi. Dokter berada di Jakarta, tenaga kesehatan mendampingi masyarakat di lokasi, sementara dai pedalaman menjadi penghubung antara teknologi layanan kesehatan dan warga.

Model layanan hibrida ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses kesehatan yang selama ini dialami masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis sulit.

Kehadiran Nurhealth Connection mendapat apresiasi dari Puskesmas Nangalili. Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Nangalili, Sariman Syukur, S.Kep., menyampaikan penghargaan atas langkah nyata yang dilakukan untuk membantu masyarakat.

Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat menembus batas geografis.

“Apa yang dilakukan telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak dan batas,” ujarnya.

Menurut Sariman, keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi simbol bahwa masyarakat di wilayah pedalaman tetap mendapatkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan.