Lembajo

Kondisi Cuaca Terkini Manggarai Barat, Berikut Penjelasan BMKG

BMKG: Cuaca Ekstrem di Manggarai Barat Akibat Bibit Siklon Tropis 92S, Masyarakat Diminta Waspada

LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Manggarai Barat pada 22 Maret dini hari disebabkan oleh adanya sistem tekanan rendah yang berkembang menjadi bibit siklon tropis 92S. Fenomena ini menyebabkan hujan deras dan angin kencang yang mencapai kecepatan 38 knot atau sekitar 68-70 km/jam.

Kepala Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa sistem tekanan rendah awalnya terbentuk di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Seiring waktu, sistem ini meningkat intensitasnya dan menjadi bibit siklon tropis saat bergerak ke arah selatan NTB dan Bali.

Maria Seran menambahkan bahwa wilayah Manggarai Barat mengalami kondisi konfluensi atau pertemuan angin akibat sistem tekanan rendah tersebut. Hal ini meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan dan angin kencang di kawasan tersebut.

“Kondisi ini juga berdampak pada peningkatan ketinggian gelombang laut di sekitar daerah sirkulasi siklonik serta sepanjang jalur pergerakan massa udara yang menuju bibit siklon. Secara prinsip, angin akan bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan yang lebih rendah, sehingga angin kencang pun terjadi,” ujar Maria Seran, Senin (24/03).

BMKG juga mengidentifikasi bahwa angin kencang yang berlangsung selama 30 hingga 45 menit merupakan dampak dari squall line, yaitu jejeran awan konvektif atau cumulonimbus yang bergerak secara bersamaan. Fenomena ini sering kali menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang yang sifatnya merusak.

“Squall line ini bisa sangat berbahaya karena menghasilkan angin kencang secara tiba-tiba dan intens. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat melihat awan cumulonimbus yang mulai terbentuk,” jelasnya.

Kondisi Cuaca Terkini di Manggarai Barat

Saat ini, wilayah Manggarai Barat masih mengalami kondisi mendung. Menurut BMKG, hal ini disebabkan oleh adanya daerah belokan angin di wilayah tersebut.

“Iya, memang masih mendung karena wilayah Manggarai Barat menjadi daerah belokan angin. Namun, anginnya tidak sekencang beberapa hari sebelumnya. Jika berbicara mengenai potensi hujan, itu masih ada, terutama di bagian timur dan utara Manggarai Barat,” ujar Maria Patricia.

BMKG juga mengingatkan bahwa Manggarai Barat sedang memasuki masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Berdasarkan data historis, Maret hingga April merupakan periode transisi bagi wilayah NTT. Namun, potensi terbentuknya daerah tekanan rendah yang dapat berkembang menjadi bibit siklon tropis di selatan NTT masih cukup tinggi.

“Ketika sistem tekanan rendah terbentuk di selatan atau bahkan di Australia, maka dampaknya akan sangat terasa di NTT karena lokasi geografisnya yang cukup dekat dengan Australia,” tambahnya.

Peringatan BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

Selain potensi angin kencang dan hujan deras, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama di wilayah terbuka seperti pesisir, persawahan, dan lapangan luas.

“Hujan yang terjadi biasanya diawali dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat, seperti puting beliung,” ungkap Maria Seran.

Untuk itu, tambahnya, kami mengimbau bagi masyarakat khususnya petani atau yang beraktifitas di tempat terbuka untuk lebih mewaspadai ketika muncul awan-awan berwarna silver kegelapan yang biasanya dapat menyebabkan petir.

“Karena petir sering menyambar tempat atau benda yang lebih tinggi, area terbuka seperti lapangan, sawah atau tepi laut jg rentan tersambar petir,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan telepon genggam atau perangkat elektronik di ruang terbuka saat terjadi badai petir. Untuk nelayan dan pelaku wisata bahari diimbau untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala guna menghindari potensi gelombang tinggi dan angin kencang di laut.

Dengan adanya perubahan cuaca yang cukup signifikan di wilayah Manggarai Barat, BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.

Siklon tropis, tekanan rendah, serta fenomena cuaca lainnya dapat berkembang secara cepat, sehingga penting bagi masyarakat untuk selalu mendapatkan pembaruan informasi terkini.

BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi yang akurat guna memastikan keselamatan masyarakat di Manggarai Barat dan sekitarnya.

Penulis: Hamid

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://t.me/labuanbajovoice
Back to top button
error: Content is protected !!