“Sebagai Kader Muda NU, kami ingin seruan kiai sepuh menjadi ingatan moril untuk peserta, bahwa Munas Konbes NU menjadi ajang untuk membahas dan mendiskusikan hal penting untuk kemaslahatan Nahdlatul Ulama di abad kedua,” kata Ajhar.
Ia menilai, pesan yang disampaikan para masyayikh memiliki makna strategis karena muncul di tengah berkembangnya berbagai dinamika internal organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ajhar mengatakan, salah satu perhatian yang berkembang di kalangan warga NU adalah adanya informasi mengenai upaya perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dikaitkan dengan proses penentuan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada masa mendatang.
“Berbagai informasi yang berkembang ada gerakan atau upaya mengubah AD ART NU demi mengolkan calon Ahlul Walli Wal Aqdi (AHWA) tertentu. Pada prinsipnya, pemilihan AHWA seharusnya didasarkan makom keulamaan, kapasitas keilmuan dan kebijaksanaan para ulama,” tegasnya.
“Bahkan, ada upaya menggiring pemilihan AHWA berdasarkan alasan kedaerahan atau zonasi. Itu sudah seperti pemilihan jabatan politik, hal ini yang perlu dihindari atau tidak diperbolehkan hanya karena tujuan tertentu,” tambah Ajhar.





Tinggalkan Balasan