“Dengan fondasi tata kelola yang kuat, kami akan terus mendorong terciptanya kawasan yang bisa menarik investasi, menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

Dalam menjalankan mandat tersebut, ITDC menerapkan model bisnis yang mengintegrasikan perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan aset, pengembangan investasi, serta penciptaan ekosistem pariwisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Sebagai bagian dari Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, InJourney, ITDC berperan sebagai master developer dan asset manager bagi sejumlah destinasi strategis nasional.

Perusahaan tidak hanya mengembangkan kawasan wisata secara terpadu, tetapi juga memastikan aset negara dikelola secara optimal untuk menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Saat ini, ITDC mengelola tiga kawasan unggulan nasional, yakni The Nusa Dua di Bali dengan luas sekitar 350 hektare, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat seluas 1.175 hektare, dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur dengan luas sekitar 20 hektare.