Seluruh rangkaian kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat tanpa dipungut biaya.
Kehadiran puluhan tenant sekaligus komunitas kreatif memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas akses pasar dan membangun jejaring.
Di sisi lain, wisatawan domestik maupun mancanegara dapat mengenal lebih dekat produk lokal, kreativitas masyarakat, serta kekayaan budaya Indonesia.
Direktur Komersial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan BRI Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan kawasan pariwisata melalui aktivasi destinasi.
Menurut Febrina, sebuah destinasi tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan fasilitas pariwisata. Destinasi juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat.
“BRI Nusa Dua Eco Market 2026 bukan sekadar sebuah event, melainkan bagian dari strategi ITDC dalam memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai living destination yang menghadirkan manfaat nyata bagi pariwisata, ekonomi lokal, dan lingkungan,” kata Febrina dalam keterangannya kepada media, Minggu (9/8/2026).





Tinggalkan Balasan