LABUANBAJOVOICE.COM – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, terus memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui sinergi layanan kebandarudaraan dan pengelolaan kawasan destinasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT (Bali–Nusra) yang ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem destinasi dan konektivitas pariwisata yang saling terhubung lintas wilayah.

Para gubernur dari tiga provinsi memberikan apresiasi terhadap model layanan pariwisata terintegrasi yang dikembangkan InJourney Group.

Model ini dinilai mampu meningkatkan kemudahan perjalanan wisatawan, mendukung efektivitas penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional, serta memperkuat daya saing destinasi pariwisata di kawasan Bali–Nusra.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan konektivitas dari hulu ke hilir, mulai dari layanan bandara, aviasi, hingga pengelolaan kawasan destinasi pariwisata.

Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang seamless sekaligus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), InJourney memastikan pengembangan destinasi dilakukan secara terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi penguatan ekosistem pariwisata nasional.

“Integrasi layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar destinasi, tetapi juga mendorong peningkatan trafik wisatawan di Bali, NTB, dan NTT,” tutur Direktur Utama InJourney, Maya Watono.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kerja sama Bali–Nusra sekaligus menciptakan peningkatan trafik wisatawan serta dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi daerah.

Sebagai bagian dari InJourney Group, ITDC memegang peran strategis melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori.

Kawasan ini dipercaya menjadi tuan rumah penandatanganan PKS lintas provinsi karena kesiapan fasilitas dan dukungan infrastrukturnya.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa kerja sama Bali–Nusra merupakan langkah strategis dalam membangun kawasan pariwisata yang saling terhubung dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi, peningkatan konektivitas destinasi, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” kata Fajar.

Pemilihan Golo Mori Convention Center (GMCC) sebagai lokasi penandatanganan perjanjian dinilai tepat karena memiliki daya dukung infrastruktur yang memadai untuk penyelenggaraan agenda pertemuan berskala nasional maupun internasional.

Kepercayaan ini sekaligus mencerminkan kesiapan Kawasan The Golo Mori sebagai ruang kolaborasi strategis lintas wilayah dan lintas sektor ke depan.

Diresmikan pada tahun 2023, GMCC dirancang sebagai ruang pertemuan strategis yang memadukan fasilitas MICE berstandar kelas dunia dengan keindahan lanskap alam Indonesia Timur.

Kehadiran GMCC merepresentasikan pengembangan Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan daya saing global.

Sejalan dengan itu, General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menegaskan bahwa kerja sama Bali–Nusra memiliki makna strategis yang lebih luas.

“Kami memandang Bali–Nusra bukan sekadar kolaborasi antarwilayah, melainkan sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi,” jelas Aji.

Ia menambahkan, GMCC di Kawasan The Golo Mori diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang inklusif, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Selain gedung konvensi berkapasitas hingga 2.000 orang, Kawasan The Golo Mori juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti Nuka Beach Club sebagai destinasi kuliner dan rekreasi tepi pantai, fasilitas heliport untuk mendukung konektivitas VIP dan penyelenggaraan event strategis, serta rencana pengembangan amenitas kawasan di sejumlah titik lainnya.

Penguatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan terpadu guna menunjang aktivitas MICE, pariwisata, dan agenda berskala nasional maupun internasional secara berkelanjutan.

Melalui momentum penandatanganan PKS ini, InJourney dan ITDC semakin memperkuat peran The Golo Mori sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur, melalui layanan pariwisata terintegrasi yang menghubungkan bandara, destinasi, dan kawasan, sekaligus mendorong kolaborasi regional, memperluas dampak ekonomi, dan memperkokoh posisi Indonesia dalam peta MICE dunia.**