LABUANBAJOVOICE.COM — Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), InJourney Group bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Sebagai holding BUMN dalam ekosistem aviasi dan pariwisata nasional, InJourney Group mengerahkan sumber daya seluruh entitas serta berkoordinasi dengan ekosistem BUMN untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Respons tersebut dilakukan berdasarkan assessment kebutuhan di lapangan. Dengan pendekatan itu, bantuan tidak hanya dikejar dari sisi kecepatan, tetapi juga diarahkan agar tepat sasaran dan sesuai kondisi masyarakat terdampak.

Empat kebutuhan utama menjadi prioritas, yakni pangan dan air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta kebutuhan kelompok rentan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Semangat memberikan manfaat tersebut juga kami bawa ketika saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah. Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan,” kata Herdy, Selasa (18/8/2026).

Menurut Herdy, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Bantuan mencakup kebutuhan dasar hingga dukungan bagi kelompok yang memiliki kebutuhan khusus selama masa darurat.

“Melalui agenda hari ini, kami juga ingin mengajak dan memantik kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas,” ujarnya.

Dikatakan Herdy, solidaritas tersebut diharapkan tidak berhenti pada bantuan dari korporasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam membantu korban bencana.

“Bukan hanya untuk saudara-saudara kita di NTT, tetapi juga untuk masyarakat terdampak di NTT, melalui doa, dukungan, dan bantuan sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

“Sekecil apapun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” lanjut Herdy.

Berdasarkan hasil assessment lapangan, InJourney Group mulai memobilisasi berbagai kebutuhan masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan antara lain 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, dan 96 dus susu UHT.

Selain itu, bantuan pangan mencakup gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, teh, serta bahan makanan pokok lainnya.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan. InJourney Group menyalurkan 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta 1.300 hygiene kit yang berisi perlengkapan mandi.

Untuk sektor kesehatan, bantuan meliputi obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, kassa, serta perlengkapan penyimpanan obat.

Sementara untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, bantuan yang disalurkan terdiri atas 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.

Besarnya volume bantuan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat pascagempa tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga air bersih, kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta perlengkapan dasar untuk bertahan selama masa pengungsian.

Salah satu titik penyaluran bantuan berada di Dusun Leda, Desa Pangga, Kecamatan Kolang. Bantuan diarahkan kepada 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan saat ini mengungsi secara mandiri di tenda.

Penyaluran juga dilakukan di Desa Golo Mori kepada 12 warga terdampak. Di lokasi tersebut, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dan logistik dasar selama masa tanggap darurat.

Pola distribusi berbasis assessment menjadi penting agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi pada titik-titik yang mudah dijangkau, tetapi juga dapat menyentuh masyarakat yang mengungsi secara mandiri dan menghadapi keterbatasan akses.

Mobilisasi bantuan dilakukan melalui berbagai jalur. InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bekerja bersama relawan dari Port Maumere dalam mendukung penyaluran bantuan.

Distribusi melalui jalur laut dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere mendapat dukungan pengiriman gratis melalui kolaborasi dengan PELNI.

Selain jalur laut, bantuan juga dikirim melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, sebagai bagian dari upaya mempercepat mobilisasi logistik menuju wilayah terdampak di NTT.

Skema distribusi multimoda tersebut memungkinkan bantuan bergerak melalui jalur yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan.

Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai PIC InJourney Group di NTT.

ITDC memiliki aset dan aktivitas operasional di wilayah tersebut sehingga turut berperan dalam koordinasi bantuan di lapangan. Dalam pelaksanaannya, ITDC berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI serta Posko Bencana Labuan Bajo.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan sekaligus mencegah terjadinya penyaluran yang tumpang tindih.

Sebagai bagian dari respons cepat, ITDC juga melakukan survei ke sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golo Mori, Manggarai Barat.

Survei tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memetakan kebutuhan yang paling mendesak. Hasil assessment kemudian digunakan sebagai dasar menentukan prioritas penyaluran bantuan.

Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka, menegaskan pentingnya koordinasi dan gotong royong dalam penanganan dampak bencana.

“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN,” ujar Troy.

Menurut Troy, sinergi antarpihak diperlukan agar respons terhadap kebutuhan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menghindari penumpukan bantuan pada satu lokasi.

“Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar pengumpulan bantuan. Data lapangan, koordinasi distribusi, serta pemetaan kelompok penerima menjadi bagian penting agar bantuan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Selain mengerahkan sumber daya internal, InJourney Group juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu korban gempa NTT.

Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026, InJourney Group membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dan sinergi BUMN bersama BRI.

Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan solidaritas, sehingga dukungan terhadap korban bencana tidak hanya berasal dari institusi, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Bagi InJourney Group, gerak cepat dan gotong royong merupakan wujud nyata semangat kemerdekaan. Seluruh bagian dari InJourney Group dan ekosistem BUMN diarahkan untuk bergerak bersama menghadirkan dukungan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

InJourney Group menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak serta mendukung proses pemulihan secara bertahap.

Respons tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati fase tanggap darurat sekaligus membangun fondasi pemulihan pascabencana melalui dukungan yang terukur dan berbasis kebutuhan.**