Ia berharap IKA PMII NTT tidak hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, hingga pengabdian sosial di tengah masyarakat.

“Ke depan, saya sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak, baik dari ketua-ketua cabang maupun pengurus di tingkat provinsi. Mari kita terus menjaga soliditas ini demi membesarkan IKA PMII di tanah NTT,” pungkasnya.

Menguatnya dukungan terhadap Kaharudin sekaligus menjadi penanda bahwa dinamika organisasi alumni PMII di NTT mulai bergerak menuju fase konsolidasi yang lebih matang.

Dengan terbentuknya tujuh cabang dan terselenggaranya Konferwil I, IKA PMII NTT diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi alumni dalam mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan kemajuan daerah di Nusa Tenggara Timur.**