LABUANBAJOVOICE.COM – Peta persaingan menuju kursi Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2031 mulai mengerucut.

Dukungan terhadap Kaharudin terus menguat setelah tujuh Pengurus Cabang (PC) IKA PMII di wilayah NTT menyatakan sikap solid mendukung dirinya memimpin organisasi alumni PMII tersebut.

Dukungan dari tujuh cabang itu dinilai menjadi modal politik organisasi yang signifikan bagi Kaharudin dalam kontestasi Ketua IKA PMII NTT.

Konsolidasi yang berhasil dilakukan hingga tingkat cabang juga memperlihatkan semakin menguatnya struktur organisasi alumni PMII di Nusa Tenggara Timur.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu, 25 Mei 2026, Kaharudin menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar (PB) IKA PMII di Jakarta yang telah memberikan mandat kepada dirinya bersama Dahrul Ikhwanul Umar untuk membangun konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PB IKA PMII di Jakarta yang telah memberikan mandat kepada sahabat Dahrul Ikhwanul Umar sebagai ketua dan saya (Kaharudin) sebagai sekretaris. Kami diamanatkan untuk melakukan konsolidasi pembentukan cabang hingga sukses melaksanakan Konferwil I ini,” ujarnya.

Menurut Kaharudin, salah satu tantangan awal dalam pembentukan kepengurusan wilayah ialah memenuhi syarat minimal pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil), yakni terbentuknya sedikitnya tiga pengurus cabang.

Namun, selama masa transisi kepengurusan, tim yang dibentuk berhasil memperluas konsolidasi organisasi hingga terbentuk tujuh cabang aktif di berbagai wilayah NTT.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Konferwil I PW IKA PMII NTT berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri secara representatif oleh seluruh cabang. Dua cabang hadir langsung di lokasi kegiatan, sementara lima cabang lainnya mengikuti persidangan secara daring melalui Zoom.

“Konferwil berjalan dengan penuh khidmat dan semangat yang sama untuk membesarkan IKA PMII di NTT. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada 7 PC yang telah memberikan dukungan penuh/Memilih saya untuk memimpin IKA PMII NTT ke depan,” katanya.

Menghadapi agenda organisasi lima tahun ke depan, Kaharudin menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat kolaborasi antar-cabang dan pengurus wilayah.

Ia berharap IKA PMII NTT tidak hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, hingga pengabdian sosial di tengah masyarakat.

“Ke depan, saya sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak, baik dari ketua-ketua cabang maupun pengurus di tingkat provinsi. Mari kita terus menjaga soliditas ini demi membesarkan IKA PMII di tanah NTT,” pungkasnya.

Menguatnya dukungan terhadap Kaharudin sekaligus menjadi penanda bahwa dinamika organisasi alumni PMII di NTT mulai bergerak menuju fase konsolidasi yang lebih matang.

Dengan terbentuknya tujuh cabang dan terselenggaranya Konferwil I, IKA PMII NTT diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi alumni dalam mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan kemajuan daerah di Nusa Tenggara Timur.**