Menurut Kaharudin, salah satu tantangan awal dalam pembentukan kepengurusan wilayah ialah memenuhi syarat minimal pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil), yakni terbentuknya sedikitnya tiga pengurus cabang.
Namun, selama masa transisi kepengurusan, tim yang dibentuk berhasil memperluas konsolidasi organisasi hingga terbentuk tujuh cabang aktif di berbagai wilayah NTT.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Konferwil I PW IKA PMII NTT berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri secara representatif oleh seluruh cabang. Dua cabang hadir langsung di lokasi kegiatan, sementara lima cabang lainnya mengikuti persidangan secara daring melalui Zoom.
“Konferwil berjalan dengan penuh khidmat dan semangat yang sama untuk membesarkan IKA PMII di NTT. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada 7 PC yang telah memberikan dukungan penuh/Memilih saya untuk memimpin IKA PMII NTT ke depan,” katanya.
Menghadapi agenda organisasi lima tahun ke depan, Kaharudin menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat kolaborasi antar-cabang dan pengurus wilayah.






Tinggalkan Balasan