LABUANBAJOVOICE.COM — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Manggarai Timur bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Manggarai Timur (Matim) menggelar doa bersama, tausiyah keagamaan, dan santunan bagi anak yatim di Masjid Jami Nurul Falaq, Lengko Randang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Minggu, 21 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta aparat keamanan setempat.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa dan sholawat yang dipimpin Ketua Majelis Zikir dan Rijalul Ansor PW GP Ansor Nusa Tenggara Timur, Dr. Jufri, S.Sy., S.Pd., M.Pd.
Lantunan doa yang menggema di dalam masjid menciptakan suasana religius yang sarat makna, sekaligus menjadi pengingat pentingnya memasuki tahun baru Islam dengan semangat perbaikan diri.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sambi Rampas, Drs. Muhammad Kasim, dalam sambutannya mengajak umat Islam menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana introspeksi dan memperkuat keimanan.
Ia juga menyoroti masih adanya pandangan keliru di tengah masyarakat yang menganggap Bulan Muharam sebagai bulan yang membawa kesialan.
“Pemahaman seperti ini mengandung unsur kesyirikan, karena semua bulan pada hakikatnya adalah baik,” tegasnya.
Menurut Muhammad Kasim, Islam mengajarkan bahwa setiap waktu merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan dipenuhi prasangka yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Manggarai Timur, Edy Gunawan, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan membangun kesadaran generasi muda terhadap sejarah perjuangan Islam.
Dikatakan Edy, mentari di bumi Nanga Mbaur bersinar terang, berjajar sawah hijau penuh harapan. Ansor tangguh bergerak maju menuju Indonesia Emas 2045.
“Tepat 10 Muharam menjadi hari duka bagi umat Islam. Oleh karena itu, kami berinisiatif melaksanakan kegiatan ini dengan mengusung tema ‘Mari Jadikan Tahun Baru Islam sebagai Awal untuk Memperkuat Ibadah dan Keikhlasan Hati’.” ujar Edy.
Edy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali persaudaraan, mengenang jasa para tokoh dan pejuang Islam, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda Nahdliyin.
Kehadiran unsur TNI-Polri dalam kegiatan itu turut menunjukkan dukungan terhadap upaya memperkuat harmoni sosial dan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Komandan Koramil 1612/04 Elar, Serka Malik, perwakilan Polsek Sambi Rampas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Sambi Rampas.
Pada sesi utama, Pengasuh Pondok Pesantren As Sofa Ruteng, Ustadz Joni Setiawan, menyampaikan tausiyah bertajuk “Kisah di Balik Penetapan Tahun Hijriah”.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kalender Hijriah mulai ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a. sekitar tahun ke-17 Hijriah.
Saat itu, lanjut dia, kebutuhan akan sistem penanggalan yang jelas menjadi penting untuk mendukung administrasi pemerintahan dan surat-menyurat.
Menurutnya, atas usulan Ali bin Abi Thalib r.a., peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah kemudian disepakati sebagai titik awal penanggalan Islam.
“Penetapan ini bukan untuk merayakan hijrah semata, melainkan sebagai pengingat akan pengorbanan, perjuangan, dan semangat membangun peradaban,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi umat Islam agar menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memperkuat komitmen keagamaan, meningkatkan kualitas moral, dan memperluas kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, PC GP Ansor Manggarai Timur bersama PERGUNU Manggarai Timur menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.**





Tinggalkan Balasan