LABUANBAJOVOICE.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah 2 kilometer barat daya Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 20.20 WIB atau 21.20 WITA.
Sebelumnya informasi awal yang dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkekuatan magnitudo 4,8.
Gempa terjadi pada pukul 20.20 WIB atau 21.20 WITA dengan pusat gempa berada pada koordinat 9,65 Lintang Selatan dan 119,37 Bujur Timur, pada kedalaman 13 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Sumba, meliputi Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur dengan intensitas III-IV MMI. Di Kabupaten Manggarai Barat, guncangan dirasakan pada skala III MMI.
Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas.
Sementara pada skala IV MMI, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo, Maria Patricia Christin Seran, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Gempa bumi yang terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 20.20 WIB atau 21.20 WITA memiliki magnitudo 5,3 dengan lokasi di 2 kilometer barat daya Waikabubak, Sumba Barat, pada kedalaman 13 kilometer,” ujar Maria.
“Gempa dirasakan di beberapa wilayah di Pulau Sumba hingga Manggarai Barat dan berdasarkan hasil analisis BMKG tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi resmi dari BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG,” katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang beredar di media sosial mengenai potensi tsunami maupun gempa susulan yang belum memiliki dasar ilmiah.
Informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Aparat dan instansi terkait masih melakukan pemantauan di wilayah yang merasakan guncangan.**





Tinggalkan Balasan