LABUANBAJOVOICE.COM – Labuan Bajo kembali bersiap menjadi pusat perjumpaan iman, budaya, lingkungan, dan pariwisata melalui Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 yang digelar selama enam hari, 10–15 Agustus 2026.

Mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, festival ini tidak hanya menjadi perayaan iman umat Katolik, tetapi juga ruang perjumpaan masyarakat melalui budaya, aksi sosial, kepedulian lingkungan, ekonomi kreatif, dan pariwisata berkelanjutan.

Festival Golo Koe 2026 juga menjadi bagian dari Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata. Status tersebut memperkuat posisi festival sebagai salah satu agenda pariwisata berbasis budaya dan spiritual yang memiliki potensi menarik wisatawan ke Labuan Bajo dan Flores.

Rangkaian Festival Golo Koe tahun ini dikemas dengan beragam kegiatan. Mulai dari pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner, pentas seni budaya Nusantara, kegiatan sosial karitatif, edukasi ekologi, aksi lingkungan, karnaval budaya, hingga pertunjukan seni tradisional Caci.

Puncak kegiatan akan berlangsung melalui Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus, kemudian dilanjutkan dengan Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan seremoni penutupan pada 15 Agustus 2026.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M.T. Marpaung, Sabtu (8/8/2026), mengatakan Festival Golo Koe menjadi gambaran bahwa perkembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan nilai budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan.

“Festival Golo Koe menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga tentang makna perjalanan. Melalui tema tahun ini, kita diajak membangun kebersamaan dalam merawat keutuhan ciptaan sekaligus memperkenalkan Flores sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang berkualitas serta berkelanjutan.” ungkapnya.

Menurut Andhy, kekuatan Festival Golo Koe terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam. Labuan Bajo dan Flores tidak hanya memiliki daya tarik alam, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi, budaya, dan spiritualitas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.

Hal tersebut menjadi penting di tengah upaya mendorong Labuan Bajo-Flores sebagai destinasi pariwisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar keindahan alam.

Festival Golo Koe juga diharapkan memberikan efek ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat.

Peningkatan kunjungan selama pelaksanaan festival berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa transportasi lokal.

Dengan demikian, festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang dapat dirasakan pelaku usaha dan masyarakat di Labuan Bajo.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari ekosistem destinasi.

BPOLBF terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Festival Golo Koe. Kolaborasi tersebut melibatkan Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, komunitas, pelaku usaha, serta masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci agar Festival Golo Koe dapat berkembang sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas sekaligus memiliki daya tarik lebih luas.

Festival ini juga membawa pesan bahwa pengembangan pariwisata di Flores tidak harus memisahkan aspek ekonomi dari budaya, spiritualitas, dan lingkungan.

Justru, keempat aspek tersebut dapat dipadukan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di Labuan Bajo.

Berikut rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan:

  • 10 Agustus: Pameran UMKM Ekonomi Kreatif dan Kuliner serta Pentas Seni Budaya Nusantara.
  • 11 Agustus: Kebangunan Rohani Katolik (KRK), edukasi, dan aksi ekologis.
  • 12 Agustus: Kegiatan sosial karitatif, Karnaval Budaya, serta Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara.
  • 13 Agustus: Teater Budaya Manggarai dan Pertunjukan Caci di Lapangan SMAK Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.
  • 14 Agustus: Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara.
  • 15 Agustus: Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan seremoni penutupan.

Melalui tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, Festival Golo Koe 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, merawat alam Flores, sekaligus memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat.

Festival ini sekaligus menegaskan bahwa Labuan Bajo-Flores memiliki modal pariwisata yang jauh lebih luas daripada panorama alam.

Tradisi, budaya, kehidupan masyarakat, dan nilai spiritual menjadi bagian dari identitas destinasi yang dapat dikembangkan secara inklusif dan berkelanjutan.

Panitia mengundang masyarakat dan wisatawan untuk hadir mengikuti rangkaian Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Labuan Bajo pada 10–15 Agustus 2026.

Informasi penyelenggaraan festival dapat dipantau melalui akun Instagram @festival_golokoe, @karismaeventnusantara, @bpolbf, dan @floratama.idn.**