NB (53) yang baru saja pulang bekerja, masuk ke rumah kontrakannya yang hanya berjarak tiga meter dari tempat anak-anak tersebut bermain.
Tak berselang lama, tersangka muncul di jendela tanpa mengenakan baju dan mulai memanggil korban. Awalnya korban tidak menghiraukan, namun tersangka tidak menyerah.
Ia pindah ke pintu depan dan melancarkan bujuk rayu dengan iming-iming makanan.
“Pelaku memanggil nama korban sembari menawarkannya makanan (mie instan) agar korban mau mendekat,” ceritanya.
Tergiur dengan tawaran tersebut, korban mendekat. Seketika itu pula, tersangka langsung menarik tangan korban ke dalam rumah dan mengunci pintu.
Di dalam dapur, bukannya memberikan mie instan, tersangka justru melakukan aksi bejatnya.
Berdasarkan keterangan korban, ia sempat melakukan perlawanan saat tersangka melakukan tindakan asusila. “Jangan, sakit!” teriak korban di tengah rintihan rasa sakit akibat perlakuan kasar tersangka.
Meski rekan korban O (10), sempat memanggil dari luar, tersangka mengancam akan memukul korban jika ia berani menyahut.






Tinggalkan Balasan