Ia menjelaskan regulasi tersebut lahir dari keresahan petani di Manggarai Barat yang selama ini belum mendapatkan ruang memadai dalam sistem ekonomi daerah.

Menurut dia, keberadaan hotel, restoran, dan industri pariwisata semestinya menjadi pasar utama bagi produk-produk pertanian lokal masyarakat.

“Kalau hotel, restoran, dan pemerintah daerah membelanjakan uang daerah, maka harus mengutamakan produk petani lokal,” ujarnya.

Kanisius mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani saat ini adalah persoalan pasar. Selain kualitas dan kuantitas produksi, kesinambungan pasokan produk lokal juga masih menjadi persoalan serius yang perlu dibenahi bersama.

Ia menilai kondisi tersebut harus dijawab melalui regulasi yang mampu mempertemukan kepentingan sektor pertanian dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus tumbuh di Manggarai Barat.

“Kenapa kami membentuk peraturan daerah ini? Karena kami ingin menemukan gerbong besar pariwisata dengan produk lokal daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kanisius juga menyoroti dampak perubahan ekonomi global yang mulai dirasakan hingga ke tingkat daerah.