LABUANBAJOVOICE.COM — Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi PKB, Servatius Lestinus Gahang, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas tragedi ambruknya jembatan gantung di kawasan wisata alam Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, yang menewaskan dua wisatawan asal Austria, Minggu (24/5/2026).

Politisi yang akrab disapa Charles Gahang itu menilai insiden maut tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait pentingnya pengawasan dan standar keselamatan di destinasi wisata alam Manggarai Barat.

Menurut dia, keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama seiring meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya dua wisatawan asal Austria di Cunca Wulang. Ini tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan harus menjadi evaluasi besar bagi pengelolaan destinasi wisata di Manggarai Barat,” ujar Charles Gahang saat dimintai tanggapan, Minggu malam.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II itu mendukung langkah Polres Manggarai Barat yang tengah melakukan penyelidikan terhadap penyebab ambruknya jembatan gantung tersebut.

Ia meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan profesional, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas wisata.

“Saya mendukung penuh langkah kepolisian yang melakukan investigasi secara serius dan transparan. Kalau memang ditemukan adanya unsur kelalaian, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Charles menilai tragedi tersebut tidak boleh dipandang sebagai musibah biasa, melainkan momentum untuk melakukan pembenahan total terhadap sistem pengelolaan destinasi wisata, terutama yang berkaitan dengan keamanan pengunjung.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi, seperti jembatan gantung, jalur trekking, gardu pandang, dan sarana penunjang lainnya.

“Jangan hanya fokus pada promosi wisata dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Infrastruktur keselamatan harus menjadi perhatian utama karena menyangkut nyawa manusia,” katanya.

Menurut Charles, Manggarai Barat saat ini telah menjadi destinasi wisata premium internasional sehingga standar keamanan destinasi wisata harus ditingkatkan dan diawasi secara berkala.

Ia menilai tragedi yang menimpa wisatawan asal Austria tersebut dapat memengaruhi citra pariwisata Labuan Bajo apabila tidak ditangani secara cepat dan transparan.

“Kepercayaan wisatawan harus dijaga bersama. Pemerintah daerah, pengelola wisata, dan seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan peristiwa ini sebagai alarm serius untuk memperbaiki sistem keselamatan wisata,” ujarnya.

Charles juga meminta pengelola destinasi wisata di Manggarai Barat lebih disiplin melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan wisatawan setiap hari.

Selain itu, ia mendorong adanya evaluasi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan wisata di seluruh objek wisata alam, termasuk kesiapan mitigasi bencana dan respons darurat saat terjadi kecelakaan.

“Semua fasilitas wisata harus dicek secara berkala. SOP keselamatan harus benar-benar diterapkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari,” pungkasnya.

Sementara itu, kawasan wisata Cunca Wulang saat ini masih ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan aparat kepolisian dan evaluasi keamanan infrastruktur wisata.**