LABUANBAJOVOICE.COM — Kebakaran hebat melanda satu unit rumah di Teong Toda, Desa Golo Ndaring, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (12/4/2026) malam. Insiden ini menewaskan seorang perempuan lanjut usia setelah rumah yang ditempatinya hangus dilalap api.
Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WITA dan mengakibatkan satu korban jiwa.
Menurut Alfons, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api lilin yang digunakan sebagai penerangan saat listrik padam.
“Berdasarkan surat dan koordinasi lisan dengan Kepala Desa Golo Ndaring serta monitoring lapangan, diduga kebakaran tersebut berasal dari api lilin penerang dalam rumah,” ujar Alfons kepada media di Labuan Bajo, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, saat kejadian sebagian besar wilayah Kecamatan Sano Nggoang mengalami pemadaman listrik. Kondisi itu dipicu oleh pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik.
“Karena saat itu listrik di sebagian besar wilayah kecamatan Sano Nggoang tidak nyala akibat adanya pohon kayu yang tumbang mengenai kabel listrik PLN. Diduga, api sumber dari lilin yang dinyalakan,” katanya.
Upaya warga untuk memadamkan api secara manual tidak membuahkan hasil. Kobaran api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
“Warga setempat sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun demikian upaya tersebut tidak membuahkan hasil,” tuturnya.
Korban diketahui bernama Theresia Hadia (82), pemilik rumah yang juga menjadi korban meninggal dalam peristiwa tersebut. Ia tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar.
Selain korban jiwa, kerugian material ditaksir cukup besar. Satu unit rumah berukuran 6×7 meter ludes terbakar, termasuk seluruh perabot rumah tangga dan uang tunai.
“Kerugian 1 unit bangunan rumah ukuran 6×7 setengah tembok, dinding seng, beratap seng dan kamar disekat menggunakan tripleks; uang tunai Rp10.000.000, dan seluruh prabot atau perlengkapan rumah tangga,” jelas Alfons.
Merespons kejadian ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat menyiapkan bantuan.
“Besok tim kami ke lokasi. Sudah koordinasi dengan Pak Kades dan Pak Camat. Besok bawah bantuan,” ujar Kepala Dinas, Marselinus Jebaru.
Ia menambahkan, bantuan yang disiapkan berupa kebutuhan dasar seperti bahan pangan dan sandang, meski rincian jumlahnya belum disampaikan.
“Nanti kami kirim list (daftar) bantuannya,” tuturnya.
Sementara itu, Manager PT PLN ULP Labuan Bajo, Virtus Gita Anggara, menjelaskan bahwa pemadaman listrik di wilayah tersebut disebabkan oleh pohon kemiri tumbang yang merusak jaringan.
“Total 10 tiang – 11 gawang jaringan kami terdampak dan telah dikerjakan 75% hingga tengah malam tadi, dan akan dilanjutkan pagi ini,” ujar Virtus.
Ia menambahkan, tim PLN telah dikerahkan secara maksimal untuk memperbaiki kerusakan jaringan.
“Mohon maaf seluruh petugas kami dari Lembor dan Nunang kami fokuskan di pekerjaan besar ini agar cepat selesai,” tambahnya.
Virtus juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut berada di luar kendali pihaknya, mengingat faktor alam menjadi penyebab utama gangguan.
“Kami tidak bisa mengendalikan pohon kemiri besar yang tumbang mengenai jaringan kami sehingga tim kami sehari semalam mengerjakan perbaikannya hingga baru menyala 27 menit yang lalu,” jelasnya.
“Kami juga tidak berkehendak hal ini terjadi. Kami turut berdukacita untuk korban kebakaran,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko saat terjadi pemadaman listrik, terutama penggunaan lilin sebagai sumber penerangan alternatif yang berpotensi memicu kebakaran.**






Tinggalkan Balasan