“Melalui Camino de Flores, saya ingin menjadikan perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Sebuah kesempatan untuk mengenal diri sendiri dengan lebih dalam, sekaligus mengenal Flores dengan lebih dekat,” ujarnya.
Konsep Camino de Flores memadukan pengalaman spiritual dengan pengenalan tradisi, kearifan budaya, hubungan manusia dengan alam, serta kehidupan masyarakat di sepanjang rute perjalanan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan kunjungan wisata yang hanya berpusat pada satu lokasi.
Kampung-kampung yang dilalui, tradisi masyarakat, serta potensi alam dan budaya setempat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Dengan demikian, Camino de Flores diharapkan dapat memperkenalkan Flores melalui perspektif yang lebih luas, yakni sebagai wilayah yang memiliki kekayaan spiritual, budaya, dan alam yang saling berkaitan.
BPOLBF Dorong Pola Perjalanan Wisata Religi Flores
Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa Camino de Flores menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan pariwisata Flores melalui integrasi potensi alam, budaya, spiritualitas, dan kreativitas masyarakat.





Tinggalkan Balasan