LABUANBAJOVOICE.COM – Kecelakaan kapal wisata KM Feronia (GT 51) di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026), menjadi perhatian kepolisian terkait faktor penyebab kapal terbalik dan tenggelam.
Analisis awal kepolisian mengarah pada karakteristik perairan yang memiliki pusaran arus kuat serta potensi masalah kestabilan konstruksi kapal.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesalahan manusia (human error) dalam pengoperasian kapal.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian berdasarkan hasil analisis awal tergolong teduh tanpa gelombang tinggi. Namun, perairan Tatawa Besar memiliki karakteristik arus yang perlu diwaspadai.
Pusaran Arus Kuat di Tatawa Besar
Berdasarkan data Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, KM Feronia sedang berlayar dari perairan Manta Point menuju Tatawa Besar dengan kecepatan sekitar 10 knot.





Tinggalkan Balasan