Saat mendekati lokasi kejadian, sekitar 15 meter dari titik pusaran arus deras, nakhoda kapal bernama Isran mengurangi kecepatan menjadi 8 knot.
Ketika kapal mulai memasuki pusaran arus, kapal mendadak berbalik arah, kehilangan kendali, lalu terbalik ke sisi kiri hingga tenggelam.
Urutan kejadian tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran penyebab kecelakaan. Meski demikian, penyebab pasti kapal kehilangan kendali masih perlu didalami melalui pemeriksaan dan pengumpulan bukti oleh penyidik.
Konstruksi Kapal Jadi Perhatian
Selain faktor arus, kepolisian mengidentifikasi potensi persoalan pada konstruksi KM Feronia. Kapal tersebut disebut memiliki lambung relatif pendek dan kecil, sementara struktur bangunan kabinnya cukup tinggi.
Kombinasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kestabilan kapal ketika menghadapi pusaran arus yang kuat.
“Pihak Kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian atau human error dari pihak Nahkoda yang kurang memperhitungkan kestabilan konstruksi kapal saat memotong atau melintasi jalur pusaran arus,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan