Perbedaan informasi mengenai jumlah bantuan tersebut kemudian memicu ketegangan antara Agus dan salah satu petugas BNPB pusat.
Agus mengaku emosional karena petugas BNPB tersebut terus menyampaikan bahwa bantuan yang telah disalurkan sudah dalam jumlah besar. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Agus bahkan menarik petugas tersebut untuk melihat langsung logistik yang tersedia di posko kecamatan.
Menurut pihak kecamatan, seluruh bantuan yang masuk langsung didistribusikan kepada masyarakat terdampak melalui 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Ketegangan semakin meningkat ketika pihak BNPB meminta Agus menandatangani berita acara penyerahan barang.
Agus menolak menandatangani dokumen tersebut. Alasannya, jumlah fisik barang yang berada di posko menurutnya tidak sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam dokumen administrasi.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dipermasalahkan bukan semata-mata jumlah bantuan, tetapi juga pentingnya akurasi pencatatan dalam proses penanganan bencana.





Tinggalkan Balasan