“Di balik pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, masih terdapat keluarga-keluarga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendapatan, kesempatan usaha, maupun sumber daya produktif,” katanya.
Melalui program GEMA MABAR, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ingin membangun model kolaborasi yang lebih konkret dengan Gereja dalam bidang pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengurangan kemiskinan di tingkat desa.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah sinergi antara pemerintah dan Gereja untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Manggarai Barat.
Pelaksanaan Sinode IV Keuskupan Ruteng sekaligus menandai komitmen bersama antara Gereja dan pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia yang berakar pada nilai-nilai iman, persaudaraan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita memiliki dua realitas yang berjalan bersamaan. Di satu sisi terdapat pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pariwisata dan sektor jasa. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat masih hidup dari sektor-sektor primer yang tersebar di desa-desa.” ujar Endi.**





Tinggalkan Balasan