Ia mengimbau pelaku usaha pariwisata, wisatawan domestik dan mancanegara, serta masyarakat di Flores untuk tetap tenang dan tidak panik.
Informasi mengenai kondisi gempa, tsunami, aksesibilitas maupun operasional destinasi diminta selalu merujuk pada sumber resmi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa dan terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas seismik.
Bagi industri pariwisata Flores, gempa M7,7 menjadi pengingat bahwa pertumbuhan destinasi harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan bencana.
Pemulihan bukan sekadar membuka kembali hotel, restoran atau destinasi wisata. Pemulihan harus memastikan seluruh rantai perjalanan wisata—mulai dari akses, akomodasi, destinasi, transportasi, fasilitas publik hingga mekanisme evakuasi—benar-benar aman bagi wisatawan dan masyarakat.
BPOLBF bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan. Data mengenai kerusakan infrastruktur, fasilitas pariwisata, korban serta kondisi operasional destinasi dapat berubah mengikuti hasil verifikasi terbaru di lapangan.**





Tinggalkan Balasan