Bagi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata internasional, respons cepat menjadi sangat penting. Keselamatan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya korban, tetapi juga oleh kemampuan destinasi menyediakan informasi, jalur evakuasi, tempat aman, akses transportasi dan fasilitas pelayanan darurat.
Gempa Susulan Masih Harus Diwaspadai
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama M7,7. Hingga pukul 14.00 WIB pada 15 Agustus, tercatat 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara M2,5 hingga M6,2. Tren peluruhan aktivitas saat itu belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Bahkan pada Minggu (16/8/2026) pukul 06.12 WIB, BMKG kembali mencatat gempa M5,2 dengan pusat 84 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, tetapi masyarakat tetap diminta mewaspadai gempa susulan.
Situasi ini membuat pemeriksaan fasilitas wisata menjadi semakin penting. Bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural seharusnya tidak langsung digunakan sebelum dipastikan aman oleh pihak berwenang atau tenaga teknis yang kompeten.





Tinggalkan Balasan