BPOLBF menyatakan pemantauan terhadap fasilitas pendukung daya tarik wisata masih terus dilakukan.
Langkah tersebut penting mengingat kawasan Pulau Komodo merupakan salah satu daya tarik utama pariwisata Labuan Bajo. Setiap fasilitas yang digunakan wisatawan perlu dipastikan aman sebelum kembali diakses secara normal.
Dampak gempa tidak hanya terjadi pada fasilitas pariwisata, tetapi juga menyentuh konektivitas antarwilayah Flores.
Laporan sementara menyebutkan adanya tanah longsor dan tiang listrik roboh di sejumlah jalur utama, termasuk jalur Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, serta Ende–Moni.
Gangguan pada akses jalan berpotensi memberikan dampak berantai terhadap sektor pariwisata. Mobilitas wisatawan, distribusi logistik, pelayanan darurat, hingga perpindahan masyarakat sangat bergantung pada kondisi jaringan transportasi antardaerah.
Karena itu, pemulihan sektor pariwisata tidak dapat hanya berfokus pada hotel atau destinasi wisata. Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, jaringan komunikasi dan pelabuhan juga menjadi bagian penting dalam memastikan destinasi kembali aman dan berfungsi.





Tinggalkan Balasan