Ketua Tim Karitas Keuskupan Labuan Bajo, RD Yuvens Rugi, menjelaskan bantuan yang diterima tidak langsung disalurkan secara umum, tetapi akan disesuaikan dengan data kebutuhan masyarakat yang telah dihimpun melalui paroki-paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

“Untuk tahap saat ini, bantuan lebih difokuskan pada kebutuhan dasar seperti selimut, karpet, dan terpal. Sementara bantuan sembako, khususnya beras, akan disalurkan secara bertahap mulai Oktober hingga Desember, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas RD Yuvens.

Menurut RD Yuvens, pemetaan kebutuhan melalui paroki menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengapresiasi pendekatan BPOLBF yang mengemas kepedulian sosial melalui kegiatan kreatif dalam rangkaian POTHP Volume 5.

“Kami mengapresiasi cara BPOLBF mengemas kepedulian tersebut melalui kegiatan yang kreatif. Melalui event, dukungan kepada masyarakat terdampak tetap dapat diberikan sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya.