LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 3 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Keluarga Besar Pegawai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI melalui Biro Kerohanian Islam, Biro Kerohanian Kristen dan Katolik, serta Biro Kerohanian Hindu.

Penyaluran bantuan dilakukan di dua lokasi, yakni Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.

Sebanyak 1,5 ton beras disalurkan ke Posko AJU-1 BNPB Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 28 Agustus 2026. Bantuan tersebut diterima oleh Tenaga Ahli BNPB, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta.

Selanjutnya, sebanyak 1,5 ton beras lainnya disalurkan ke Posko Bersama BPBD Kabupaten Manggarai pada 30 Agustus 2026.

Bantuan di Posko Bersama BPBD Kabupaten Manggarai diterima oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., serta Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi.

Bantuan tersebut selanjutnya dikoordinasikan untuk mendukung penanganan dan pendistribusian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, didampingi Plt. Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik, Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), serta Kepala Divisi Aksesibilitas dan Infrastruktur BPOLBF.

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar pegawai Kementerian Pariwisata terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa bumi.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata bersama seluruh jajarannya untuk hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Kementerian Pariwisata kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi Flores.” kata Andy, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan pascabencana.

BPOLBF terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, serta berbagai pemangku kepentingan terkait dalam mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan dukungan bagi masyarakat terdampak dapat disalurkan secara tepat dan terkoordinasi.

Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan semangat gotong royong di tengah proses pemulihan wilayah Flores.

BPOLBF menilai dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan bagian penting dari upaya membangun kembali ketangguhan daerah, termasuk sektor pariwisata di Flores.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kementerian Pariwisata dan BPOLBF menunjukkan kehadiran pemerintah dalam merespons kondisi masyarakat terdampak dengan mengedepankan koordinasi, kepedulian, solidaritas, dan semangat kemanusiaan.

Bantuan 3 ton beras tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam menghadapi masa pemulihan setelah bencana gempa bumi Flores.**