Ia juga menyampaikan bahwa BPOLBF sebelumnya turut mengalokasikan perhatian dan dukungan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi serta berbagai bencana lainnya.
“Kami mohon doa restunya juga mudah-mudahan nanti ke depan kami bisa memberikan lebih baik lagi dan juga bisa kepada orangnya juga, kontribusi itu lebih banyak, orientasinya lebih banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Andy menyebutkan bahwa BPOLBF memiliki perhatian terhadap desa-desa penyangga kawasan pariwisata. Tiga desa yang disebutkannya adalah Desa Gorontalo dan Desa Golo Bilas serta beberapa desa lainnya.
Menurut dia, perhatian terhadap masyarakat di sekitar kawasan pariwisata merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lembaga dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat secara luas.
Sementara itu, Kepala DP2KB Manggarai Barat, Rafael Guntur, menyampaikan apresiasi kepada BPOLBF yang telah mengambil bagian dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perorangan, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga instansi pemerintah pusat dan pelaku usaha pariwisata.





Tinggalkan Balasan