LABUANBAJOVOICE.COM – Hujan yang mengguyur Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama dua hari berturut-turut dipengaruhi masa peralihan musim atau pancaroba serta dinamika atmosfer yang meningkatkan pembentukan awan hujan.

Kepala Meteorologi Komodo Kelas II Labuan Bajo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa November merupakan periode pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

“Mengapa 2 hari ini hujan? Jika melihat prediksi musim hujan pada bulan depan, maka wajar jika November kita berada pada periode pancaroba, atau peralihan musim kemarau ke musim hujan,” ujar Maria, Senin (2/11/2026).

Menurut Maria, hujan pada masa pancaroba umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dan sering disertai petir. Kondisi tersebut berkaitan dengan tingginya radiasi matahari pada pagi hingga siang hari ketika tutupan awan masih relatif minim.

Panas matahari kemudian meningkatkan proses penguapan sehingga massa udara basah bergerak naik secara vertikal dan membentuk awan konvektif atau cumulonimbus.

“Suhu udara yang panas ini memicu penguapan yang tinggi. Akibat penguapan intensif tersebut, massa udara basah naik secara vertikal dengan cepat dan membentuk awan-awan konvektif yang menjulang tinggi (awan Cumulonimbus),” jelasnya.

Selain faktor pemanasan lokal, Maria menyebut hujan yang terjadi di wilayah Manggarai Barat juga dipengaruhi dinamika atmosfer jangka pendek, baik dalam skala harian maupun mingguan.

Dinamika tersebut dapat meningkatkan pasokan massa udara basah di sekitar Flores sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Terpantau adanya daerah pertemuan angin di Manggarai Barat yang memicu penumpukan massa awan-awan hujan,” ujar Maria.

Hujan Belum Menandakan Musim Hujan Menetap

Maria menegaskan, hujan yang terjadi selama dua hari terakhir belum dapat diartikan sebagai tanda bahwa musim hujan telah dimulai secara menetap di Manggarai Barat.

Menurut dia, kondisi cuaca pada masa pancaroba masih cenderung berubah-ubah. Masyarakat dapat mengalami hujan seharian, kemudian beberapa hari berikutnya kembali cerah atau tidak turun hujan.

“Intensitas hujan akan cenderung fluktuatif (bisa hujan seharian, lalu kering lagi selama beberapa hari) sebelum akhirnya memasuki musim hujan yang konsisten pada pertengahan Desember nanti,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, secara umum awal musim hujan di wilayah Manggarai Barat diprediksi berlangsung pada Desember dasarian II dan III.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan tidak langsung menganggap hujan yang turun saat ini sebagai awal musim hujan yang berlangsung secara konsisten.

BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca selama pancaroba dapat berlangsung cepat akibat kombinasi pemanasan permukaan dan dinamika atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan.**